
(Teks: Denti Rahayu, Foto: Khamim Hudori)
Alam memberikan banyak pelajaran bagi manusia. Semakin manusia menjelajahi bumi, semakin banyak pula makna yang dapat dipetik. Berawal dari kecintaannya pada penjelajahan dan keterlibatannya sebagai Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) di sebuah perguruan tinggi, perjalanan Rendy Ferlino pun dimulai. Pengalaman tersebut tidak hanya membentuk ketahanan fisik, tetapi juga menanamkan nilai kepemimpinan, solidaritas, dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, sebagai nilai yang terus beliau pegang dalam perjalanan hidup dan kariernya.
Beliau mengawali karier di bidang keimigrasian saat memasuki Akademi Imigrasi Angkatan XI. Benih kepemimpinan sudah mulai tumbuh pada era ini, yaitu saat Rendy terpilih menjadi Komandan Badan Permusyawaratan Taruna (DANBPT) saat menjadi taruna. Setelah lulus pada tahun 2009, Rendy melangkah menuju karier kepemimpinannya di imigrasi.
Entikong menjadi titik awal pengabdiannya. Bertugas di wilayah perbatasan yang jauh dari ibu kota tidak menyurutkan semangatnya. Justru, keindahan alam Entikong semakin menumbuhkan jiwa petualangnya. Penempatan pertama ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi pria kelahiran 15 Mei 1985 tersebut. Pada penempatan pertama ini pula, beliau menambatkan hatinya pada seorang dokter dan menikah dengannya. Beranjak dari Entikong, beliau melanjutkan perjalanan karier di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Tangerang.
Perjalanan Menapaki Karier, Menguatkan Peran
Pengalaman sebagai pejabat struktural pertama beliau dimulai pada tahun 2014, saat menjabat sebagai Kepala Sub Seksi Informasi Keimigrasian di Kantor Imigrasi Cilegon. Dari titik awal tersebut, perjalanan kariernya terus berlanjut melalui berbagai penugasan di sejumlah wilayah, seperti Kendari, Karawang, hingga Bekasi. Masing-masing penempatan memiliki karakteristik dan dinamika pelayanan yang berbeda, sesuai jabatan yang beliau emban.
Hampir semua bidang dan seksi pernah beliau pimpin. Beliau menjabat sebagai Kepala Subseksi Informasi Keimigrasian pada Kantor Imigrasi Cilegon, Kepala Subseksi Status Keimigrasian Kantor Imigrasi Kendari, Kepala Subseksi Lalu Lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Karawang, Kepala Seksi Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Jakarta Selatan, Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Bekasi, serta Analis Keimigrasian Muda di Kantor Imigrasi Soekarno Hatta dan Direktorat Tempat Pemeriksaan Imigrasi Direktorat Jenderal Imigrasi.
Menariknya, peran di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian bukanlah hal yang asing baginya. Rendy tercatat telah dua kali mengemban jabatan sebagai Kepala Subseksi Informasi Keimigrasian, Kepala Seksi Informasi Keimigrasian Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, sebelum akhirnya saat ini menjabat sebagai Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat. Bidang dan seksi yang identik dengan fungsi kehumasan dalam sebuah Kantor Imigrasi ini mendapat tempat tersendiri di perjalanan karier Rendy.
Peran Humas sebagai Wajah Pelayanan dan Pengabdian
Bagi beliau, humas adalah “wajah” organisasi. Nilai dan citra institusi menjadi tanggung jawab yang harus dijaga, baik melalui pengelolaan media sosial maupun pelayanan langsung kepada masyarakat. Pertama kali bersentuhan dengan kehumasan, Rendy merasakan sebuah perasaan yang membuat hatinya terasa penuh, yaitu saat berhasil menangani permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat. Baginya, senyum yang diberikan masyarakat saat menerima pelayanan adalah sebuah apresiasi yang sangat berharga.
“Jangan pernah mengatakan ‘tidak bisa’ saat menghadapi permasalahan. Tugas kita adalah membantu masyarakat. Dengan kemauan dari kedua belah pihak untuk mencari solusi, setiap keluhan pasti dapat diselesaikan,” ujarnya.
Nilai Kebaikan di Balik Tugas dan Capaian
Di luar tugas kedinasan, pria yang memiliki hobi traveling ini mengakui bahwa setiap perjalanan memberinya pengalaman dan perspektif baru. Interaksi dengan berbagai manusia bisa menjadi sumber kebahagiaan tersendiri. Dukungan dan doa dari istri, serta ketiga anaknya pun menjadi penyemangat dalam menjalankan perannya sebagai pemimpin.
Rendy pun saat ini menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Akademi Imigrasi Angkatan XI. Di tengah kesibukannya, amanah ini menjadi wujud kepercayaan sekaligus wadah untuk menjaga silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta mendorong kontribusi positif dari alumni.
Bagi Rendy, menjadi bagian dari kehumasan sebuah institusi adalah sebuah amanat untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kolaborasi dan semangat melayani adalah prinsip dalam kepemimpinannya. “Inti tugas humas adalah melayani masyarakat. Teruslah berusaha menjadi orang baik, dan selalu berikan yang terbaik,” tutupnya.