
Jakarta – Perjalanan panjang Imigrasi Indonesia selama lebih dari tujuh dasawarsa tidak terlepas dari peran para tokoh yang telah mendedikasikan waktu, tenaga, dan pemikirannya untuk membangun institusi. Sejak awal berdiri, Imigrasi terus berkembang dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pemerintahan. Berbagai perubahan dan kemajuan yang dirasakan hingga saat ini merupakan bagian dari perjalanan panjang yang dibangun melalui kerja keras dan pengabdian para pendahulu. Oleh karena itu, mengenang jasa para tokoh Imigrasi menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus upaya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan kepada generasi penerus.
Sebagai bentuk penghormatan, rasa syukur, dan upaya mempererat hubungan kekeluargaan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat turut berpartisipasi dalam kegiatan anjangsana dengan mengunjungi kediaman sejumlah sesepuh Imigrasi. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menjalin komunikasi secara langsung dengan para tokoh yang pernah memberikan kontribusi penting dalam perjalanan organisasi. Selain menjadi ajang silaturahmi, kunjungan ini juga mencerminkan kepedulian terhadap para pendahulu yang telah memberikan pengabdian bagi kemajuan Imigrasi Indonesia.
Kegiatan anjangsana tersebut dilaksanakan pada Rabu, 20 Januari 2026, dengan melibatkan perwakilan pejabat struktural, pegawai, serta Dharma Wanita Persatuan Kantor Imigrasi Jakarta Barat. Dalam kegiatan tersebut, rombongan mengunjungi kediaman mantan Direktur Jenderal Imigrasi, yaitu Iman Santoso dan Basyir Ahmad Barmawi, serta Meriyati Roeslani atau yang dikenal sebagai Meri Hoegeng, istri dari mantan Direktur Jenderal Imigrasi Iman Santoso. Kunjungan ini menjadi wujud perhatian dan penghargaan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah keimigrasian Indonesia.
Anjangsana juga memiliki makna sebagai upaya menjaga hubungan kekeluargaan di lingkungan Imigrasi. Hubungan yang baik antara generasi terdahulu dan generasi saat ini dapat memperkuat rasa saling menghargai serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan institusi. Silaturahmi memberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, mengenang perjalanan bersama, dan mempererat ikatan emosional sebagai bagian dari organisasi yang sama. Melalui hubungan tersebut, nilai kebersamaan dapat terus dipelihara dan menjadi fondasi dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis.